Perintis Mimpi & Pencari Pencerahan

  • Home
  • About
  • Islami
  • Umum
Home » Islami » Kisah Teladan Islami Tukang Batu Yang Di Cium Rasulullah

Sabtu, 05 Desember 2015

Kisah Teladan Islami Tukang Batu Yang Di Cium Rasulullah

Diriwayatkan pada saat itu Rasulullah baru tiba dari Tabuk, peperangan dengan bangsa Romawi yang kerap menebar ancaman pada kaum muslimin. Banyak sahabat yang ikut beserta Nabi dalam peperangan ini. Tidak ada yang tertinggal kecuali orang-orang yang berhalangan dan ada uzur.
 

Kisah Teladan Islami Tukang Batu Yang Di Cium Rasulullah

Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang batu tersebut melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.

Sang manusia Agung itupun bertanya, “Kenapa tanganmu kasar sekali?”

Si tukang batu menjawab, “Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga saya, karena itulah tangan saya kasar.”

Rasulullah adalah manusia paling mulia, tetapi orang yang paling mulia tersebut begitu melihat tangan si tukang batu yang kasar karena mencari nafkah yang halal, Rasul pun menggenggam tangan itu, dan menciumnya seraya bersabda,

“Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada”, ‘inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya’.

* Rasulullahl tidak pernah mencium tangan para Pemimpin Quraisy, tangan para Pemimpin Khabilah, Raja atau siapapun. Sejarah mencatat hanya putrinya Fatimah Az Zahra dan tukang batu itulah yang pernah dicium oleh Rasulullah. Padahal tangan tukang batu yang dicium oleh Rasulullah justru tangan yang telapaknya melepuh dan kasar, kapalan, karena membelah batu dan karena kerja keras.

Suatu ketika seorang laki-laki melintas di hadapan Rasulullah. Orang itu di kenal sebagai pekerja yang giat dan tangkas. Para sahabat kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, andai bekerja seperti dilakukan orang itu dapat digolongkan jihad di jalan Allah (Fi sabilillah), maka alangkah baiknya.” Mendengar itu Rasul pun menjawab, “Kalau ia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta, maka itu fi sabilillah.” (HR Thabrani)

* Orang-orang yang pasif dan malas bekerja, sesungguhnya tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan sebagian dari harga dirinya, yang lebih jauh mengakibatkan kehidupannya menjadi mundur. Rasulullah amat prihatin terhadap para pemalas.

”Maka apabila telah dilaksanakan shalat, bertebaranlah kam di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (QS. Al-Jumu’ah 10)

”Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi ini”. (QS Nuh19-20)

* ”Siapa saja pada malam hari bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal, malam itu ia diampuni”. (HR. Ibnu Asakir dari Anas)

”Siapa saja pada sore hari bersusah payah dalam bekerja, maka sore itu ia diampuni”. (HR. Thabrani dan lbnu Abbas)

”Tidak ada yang lebih baik bagi seseorang yang makan sesuatu makanan, selain makanan dari hasil usahanya. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud, selalu makan dan hasil usahanya”. (HR. Bukhari)

”Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
00.58

6 komentar untuk "Kisah Teladan Islami Tukang Batu Yang Di Cium Rasulullah"

  1. Unknown5 Desember 2015 pukul 02.09

    ”Maka apabila telah dilaksanakan shalat, bertebaranlah kam di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (QS. Al-Jumu’ah 10)

    kadang kita sering lupa untuk dan menunda2 untuk bersyukur

    BalasHapus
    Balasan
      Balas
  2. Anonim5 Desember 2015 pukul 02.28

    kisah teladan islami yang sangat bagus buat inspirasi bersama :) makasi sharenya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Unknown8 Desember 2015 pukul 21.07

      ya sama sama, selamat berjuang,,,untuk orang yang sangat berharga dalam hidup kita.

      Hapus
      Balasan
        Balas
    2. Balas
  3. Unknown5 Desember 2015 pukul 05.29

    ”Tidak ada yang lebih baik bagi seseorang yang makan sesuatu makanan, selain makanan dari hasil usahanya."
    ini salah satu yg menjadi moto hidup saya mbak

    BalasHapus
    Balasan
      Balas
  4. Dzatmiko5 Desember 2015 pukul 10.34

    Kisah teladan yang lengkap dengan dalil ..

    Harga diri seorang lelaki memang sangat lah penting bagi seorang lelaki yang memiliki harga diri. Nice artikelnya mbak..

    BalasHapus
    Balasan
      Balas
  5. Djangkaru Bumi6 Desember 2015 pukul 04.41

    Nah inilah pentingnya kerja keras ya ? demi menghidupi dirisendiri atau keluarganya dan supaya bisa bersedekah.
    Tapi justru kenyataanya kenapa etos kerja keras justru umumnya bukan orang muslim ya ? atau mungkin karena negara muslim tanahnya subur ya ?

    BalasHapus
    Balasan
      Balas
Tambahkan komentar
Muat yang lain...

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Find Us :

Postingan Populer

  • Kisah Teladan Islami Tukang Batu Yang Di Cium Rasulullah
    Diriwayatkan pada saat itu Rasulullah baru tiba dari Tabuk, peperangan dengan bangsa Romawi yang kerap menebar ancaman pada kaum muslimin. ...

Arsip Blog

  • ▼  2015 (3)
    • ▼  Desember (3)
      • kehidupan siperintis mimpi
      • Kisah Teladan Islami Tukang Batu Yang Di Cium Rasu...
      • Mencari Pencerahan Hidup Dengan Mengasingkan Diri ...

Label

  • Islami
  • pejuangan
  • Pencerahan
Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright 2013 Perintis Mimpi & Pencari Pencerahan - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates