Perintis Mimpi & Pencari Pencerahan

  • Home
  • About
  • Islami
  • Umum
Home » Archive for 2015

Selasa, 08 Desember 2015

kehidupan siperintis mimpi

Sosok seorang perintis mimpi yang selalu meraih akan sebuah kesuksesan dengan penuh linangan air mata, Meskipun hari harinya dipenuhi dengan linangan air mata itulah yang membuatnya semangat untuk terus berjuang. dengan semangat juangnya yang penuh dengan seruan motivasi yang tiada hentinya dari tokoh tokoh motivatornya. Namun, motivasi yang terdengarkan dari para motivator itu tak bertahan lama. ia terus mencari kelemahanya untuk bisa lebih istiqamah untuk meraih akan sesuatu yang di targeknya.Rupanya sesuatu yang ditargekannya dalam bentuk khayalan semata. itu telah terfikirkan oleh nya di saat ia mengikuti sebuah program PSKT (Program Sekolah Kepribadian Tanda Seru) membuatnya  menyadari bahwa selama ini ia hanya mengangan angankan saja tanpa usaha yang keras. tersirat dalam hatinya berati selama ini yang ku lakukan hanyalah sebuah kebohongan pada diri sendiri dan pada orangtuanya. 




jadi sekarang butuh perjuangan yang lebih, jika ingin mendapat ingin  mendapatkan lebih maka lakukan lebih  itulah yang menjadi semangat juangnya. satu hal lagi satu kata yang memberdayakan diri sendiri yaitu jika engkau keras pada diri kami sendiri maka kehidupan akan lembek padamu. maksud dari kata kata itu jika kita keras pada diri kita sendiri dalam artian belajar dan terus belajar sampai mati matian tanpa sedetik waktu tak engkau biar terlewati untuk hal yang sia sia. maka jika engkau melakuanya engkau akan dapat memuai buah yang manis. maka kehidupanpun akan tunduk dan  memudahkanmu untuk mencari sesuatu dengan mudah tanpa ada sedikit keraguan.  dengan ilmu itu akan memudah semuanya baik di dunia dan akhirat.
15
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
21.02

Sabtu, 05 Desember 2015

Kisah Teladan Islami Tukang Batu Yang Di Cium Rasulullah

Diriwayatkan pada saat itu Rasulullah baru tiba dari Tabuk, peperangan dengan bangsa Romawi yang kerap menebar ancaman pada kaum muslimin. Banyak sahabat yang ikut beserta Nabi dalam peperangan ini. Tidak ada yang tertinggal kecuali orang-orang yang berhalangan dan ada uzur.
 

Kisah Teladan Islami Tukang Batu Yang Di Cium Rasulullah

Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang batu tersebut melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.

Sang manusia Agung itupun bertanya, “Kenapa tanganmu kasar sekali?”

Si tukang batu menjawab, “Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga saya, karena itulah tangan saya kasar.”

Rasulullah adalah manusia paling mulia, tetapi orang yang paling mulia tersebut begitu melihat tangan si tukang batu yang kasar karena mencari nafkah yang halal, Rasul pun menggenggam tangan itu, dan menciumnya seraya bersabda,

“Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada”, ‘inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya’.

* Rasulullahl tidak pernah mencium tangan para Pemimpin Quraisy, tangan para Pemimpin Khabilah, Raja atau siapapun. Sejarah mencatat hanya putrinya Fatimah Az Zahra dan tukang batu itulah yang pernah dicium oleh Rasulullah. Padahal tangan tukang batu yang dicium oleh Rasulullah justru tangan yang telapaknya melepuh dan kasar, kapalan, karena membelah batu dan karena kerja keras.

Suatu ketika seorang laki-laki melintas di hadapan Rasulullah. Orang itu di kenal sebagai pekerja yang giat dan tangkas. Para sahabat kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, andai bekerja seperti dilakukan orang itu dapat digolongkan jihad di jalan Allah (Fi sabilillah), maka alangkah baiknya.” Mendengar itu Rasul pun menjawab, “Kalau ia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta, maka itu fi sabilillah.” (HR Thabrani)

* Orang-orang yang pasif dan malas bekerja, sesungguhnya tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan sebagian dari harga dirinya, yang lebih jauh mengakibatkan kehidupannya menjadi mundur. Rasulullah amat prihatin terhadap para pemalas.

”Maka apabila telah dilaksanakan shalat, bertebaranlah kam di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (QS. Al-Jumu’ah 10)

”Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi ini”. (QS Nuh19-20)

* ”Siapa saja pada malam hari bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal, malam itu ia diampuni”. (HR. Ibnu Asakir dari Anas)

”Siapa saja pada sore hari bersusah payah dalam bekerja, maka sore itu ia diampuni”. (HR. Thabrani dan lbnu Abbas)

”Tidak ada yang lebih baik bagi seseorang yang makan sesuatu makanan, selain makanan dari hasil usahanya. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud, selalu makan dan hasil usahanya”. (HR. Bukhari)

”Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)
6
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
00.58

Mencari Pencerahan Hidup Dengan Mengasingkan Diri Sejenak

Pernahkah anda merasa, bahwa keseharian hidup anda penuh dengan godaan-godaan untuk melakukan tindakan yang menurut anda salah dan tak terpuji? atau mungkin anda pernah merasakan sumpek dengan hiruk pikuk kehidupan, yang kerap kali menghadapkan anda untuk melakukan kesalahan, dalam menjalankan norma-norma yang berlaku dalam hidup, khususnya norma agama? Bila anda pernah mengalami perasaan tersebut, boleh jadi secara tidak sadar anda memasuki proses pencarian pencerahan untuk hidup anda.

Mencari Pencerahan Hidup Dengan Mengasingkan Diri Sejenak

Banyak cara dapat digunakan, berkaitan dengan pencerahan dalam kehidupan seseorang. Diantaranya adalah melakukan konsultasi dengan psikiater, menimba pengalaman dari orang-orang disekitar anda atau bahkan dengan sharing dengan sahabat terdekat. Namun salah satu cara yang cukup berkhasiat untuk membuat hidup kita menjadi lebih baik adalah, dengan cara mengasingkan diri sejenak, ke tempat-tempat yang lebih tenang (sepi) dan menjauhi kehidupan sosial untuk sementara waktu.

Lantas, kenapa menggunakan cara mengasingkan diri sejenak? Dan apa manfaatnya untuk hidup anda? Jawabannya akan anda temui dengan mengikuti lebih lanjut Mencari Pencerahan Hidup Dengan Mengasingkan Diri Sejenak, di bawah ini.

Alasan menggunakan cara mengasingkan diri sejenak:

Sesuai dengan tuntunan agama 
Apabila kita mau sedikit berusaha, untuk mencari ke dalam literatur yang tertulis dalam ajaran agama, ataupun riwayat orang suci yang tercantum di dalam kitab suci, ternyata mengasingkan diri sejenak dari kehidupan sosial dapat jumpai sebagai salah salah satu cara, yang disarankan oleh agama agar dapat mencapai pencerahan demi kehidupan yang lebih baik. Berikut kutipan-kutipan dari 4 (empat) agama besar yang terbukti mencantumkan cara "Mengasingkan Diri" untuk menjadi tuntunan mendapatkan pencerahan hidup bagi pengikutnya:
 
Islam. Dalam salah satu tuntunan hidup bagi penganut agama Islam, terdapat literatur tentang Uzlah (mengasingkan diri). Berikut salah satu dalil yang menguatkan tentang Uzlah perlu untuk diterapkan dalam kehidupan seorang muslim (penganut agama Islam) untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, adalah :

قال رجلٌ : أيُّ الناسِ أفضلُ ؟ يا رسولَ اللهِ ! قال ( مؤمنٌ يجاهد بنفسِه ومالِه في سبيلِ اللهِ ) قال : ثم من ؟ قال ( ثم رجلٌ مُعتزلٌ في شِعبٍ من الشِّعابِ . يعبد ربَّه ويدَعُ الناسَ من شرِّه

“Seseorang bertanya kepada Nabi: "Siapakah manusia yang paling utama wahai Rasulullah?’ Nabi menjawab: ‘Orang yang berjihad dengan jiwanya dan hartanya di jalan Allah’. Lelaki tadi bertanya lagi: ‘lalu siapa?’. Nabi menjawab: ‘Lalu orang yang mengasingkan diri di lembah-lembah demi untuk menyembah Rabb-nya dan menjauhkan diri dari kebobrokan masyarakat'” (HR. Al Bukhari 7087, Muslim 143).
(Sumber: halaqah.net)
 
Kristen. Salah satu kutipan dalam Bible yang menerangkan tentang mengasingkan diri adalah, Lukas 5:6. "Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa." (sumber: alkitab.sabda.org).
 
Hindu. Selanjutnya, salah satu agama yang mengaplikasikan pengasingan diri sejenak adalah Hindu, melalui upacara Nyepi tiap tahunnya. Berikut kutipan yang tertera dalam lontar Sundarigama, yang menjelaskan makna Nyepi "…Nyepi amatigni, tan wenang sajadma anyambut karya sakalwirnya, agnigni saparanya tan wenang, kalinganya wenang sang weruh ring tattwa angelaraken samadhi. tapa, yoga amatitis kasunyatan”. Artinya: Hari Nyepi, tidak benar semua orang melakukan pekerjaan, berapi-api, karena mereka yang tahu hakekat agama melaksanakan samadhi, tapa, yoga memusatkan pikiran menuju kesunyataan/keheningan sejati” (sumber: ketut3indrayana3stp.wordpress.com).
 
Buddha. Dalam pencarian Siddhartha Gautama akan pencerahan yang sempurna, Ia pun melakukan cara mengasingkan diri. Dikatakan oleh Siddharta Gautama, "Meskipun darahku mengering, dagingku membusuk, tulang belulang jatuh berserakan, tetapi aku tidak akan meninggalkan tempat ini sampai aku mencapai Pencerahan Sempurna." (sumber:id.wikipedia.org).
 
Melepaskan diri dari pengaruh orang lain 
Mengasingkan diri sejenak, dapat menghindarkan diri anda dari opini-opini yang belum tentu benar dari orang lain. Sehingga, obyektifitas anda dalam mencari nilai-nilai kehidupan yang lebih baik dapat terjaga.
 
Sebagai cara aternatif 
Bagi beberapa pribadi yang tertutup, menceritakan masalah diri, meminta nasehat, atau mungkin berbagi cerita akan terasa sulit dilakukan. Nah, cara ini dapat menjadi pilihan anda untuk mendapatkan pencerahan dalam hidup anda.

Manfaat Mengasingkan Diri Sejenak:
 
Anda menjadi lebih dekat dengan Tuhan. Seperti yang telah dijelaskan dalam alasan menggunakan cara mengasingkan diri di atas, yang salah satunya menyatakan sesuai dengan tuntunan agama. Apalagi bila tujuan anda mengasingkan diri adalah demi mendekatkan diri dengan Tuhan, pastinya dengan mengasingkan diri sejenak, anda dapat lebih banyak menggunakan waktu anda mempelajari agama dan beribadah.
 
Terjauhkan dari hal-hal negatif. Dengan mengasingkan diri sejenak dari kehidupan sosial, anda dapat menghindarkan diri dari opini, tindakan maupun pengaruh negatif lainnya, yang selama ini mungkin anda temui dalam kehidupan sehari-hari.
 
Mampu lebih mengenali diri. Jauh dari keriuhan dunia, dan menjalani hidup dalam pengasingan dapat membuat anda lebih memahami, siapa sebenarnya anda, kelebihan dan kekurangan apa yang anda miliki. Selain itu fokus terhadap diri sendiri, menjadikan anda pribadi yang percaya diri.
 
Memperoleh ketenangan. Sejenak meninggalkan kehidupan duniawi, untuk melakukan introspeksi diri dapat membawa ketenangan dalam hidup anda, tanpa gangguan dan pengaruh negatif orang lain.
 
Hidup yang lebih baik. Manfaat terakhir, yang akan anda dapatkan dengan mengasingkan diri sejenak dari kehidupan sosial anda adalah, kehidupan yang lebih baik. Dengan catatan, dalam mengasingkan diri anda lebih banyak mendekatkan diri kepada hal-hal positif, misalnya mendekatkan diri kepada Tuhan.

Hal penting yang harus anda garis bawahi, dalam melakukan proses pencerahan hidup dengan cara mengasingkan diri sejenak dari kehidupan sosial anda adalah, selalu libatkan diri anda dalam kegiatan positif. Setelah itu anda dapat membuktikan sendiri dan merasakan perubahan hidup anda yang jauh lebih baik. Semoga informasi singkat tentang Tips Mencari Pencerahan Hidup Dengan Mengasingkan Diri Sejenak, semoga bermanfaat untuk sahabat semua! Dan tetap semangat!

2
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
00.16
Postingan Lebih Baru Beranda
Langganan: Postingan (Atom)
Find Us :

Postingan Populer

  • Kisah Teladan Islami Tukang Batu Yang Di Cium Rasulullah
    Diriwayatkan pada saat itu Rasulullah baru tiba dari Tabuk, peperangan dengan bangsa Romawi yang kerap menebar ancaman pada kaum muslimin. ...

Arsip Blog

  • ▼  2015 (3)
    • ▼  Desember (3)
      • kehidupan siperintis mimpi
      • Kisah Teladan Islami Tukang Batu Yang Di Cium Rasu...
      • Mencari Pencerahan Hidup Dengan Mengasingkan Diri ...

Label

  • Islami
  • pejuangan
  • Pencerahan
Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright 2013 Perintis Mimpi & Pencari Pencerahan - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates